Selamat Datang

Selamat datang di website Program Beasiswa Pelangi. Program ini lahir untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia mempersiapkan diri dengan lebih baik bagi pembangunan bangsa.

Berita & Artikel

Selasa,  12 April 2011

Alasan Pelangi Usung Pluralisme

Pengurus Program Beasiswa Pelangi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) mengusung isu pluralisme bukan karena berangkat dari etnis Tionghoa yang minoritas, melainkan karena kebhinekaan itu telah menjadi konsensus para pendiri Republik Indonesia. Pendapat tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pengurus Program Beasiswa Pelangi Ulung Rusman dalam rapat kerja di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat, Minggu, 10 April 2011.

"Kita menetapkan visi pluralisme bukan karena dari etnis Tionghoa.Kita menjalankannya karena keberagaman itu telah menjadi amanah dari para Bapak Pendiri Bangsa, untuk memertahankan keutuhan Republik Indonesia," kata Pengurus Pelangi yang menjabat wakil Sekjen Perhimpunan INTI ini.

Ulung lantas menyebut Pancasila merupakan dasar negara Indonesia hasil konsensus dari beragam yang digali dari kebudayaan nasional dalam rapat BPUPKI, yang kemudian diubah menjadi PPKI. Nah, rumusan pidato Bung Karno yang dikenal dengan Piagam Jakarta lantas dipilih menjadi rumusan Pancasila seperti saat ini setelah melalui serangkaian perdebatan para tokoh nasional pendiri bangsa. Mereka kemudian mendapatkan titik temu denganĀ  mengubah beberapa kata dalam Sila Pertama.Dan Pidato Bung Karno yang berjudul Pancasila pada 1 Juni 1945 itu lantas ditetapkan menjadi Dasar Negara dan diperingati setiap tahun menjadi Hari Kelahiran Pancasila.

"Konsensus tentang Dasar Negara Pancasila itu menjadi pedoman bersama masyarakat Indonesia dari lapisan sosial, etnis serta aneka keyakinan. Pesannya satu, menjadikan kebhinekaan sebagai pertentangan sama halnya menuju kehancuran," terangnya.

Berdasarkan penjelasan duduk masalah visi itu, Ulung mengajak semua peserta rapat untuk menjaga agar pemberian beasiswa Pelangi lebih maju dibanding tahun pertama. "Kita semua harus memperkenalkan kembali nilai-nilai kebhinekaan yang telah dirumuskan menjadi landasan idiil Pancasila kepada anak-anak penerima beasiswa Pelangi.

Penjelasan Ulung Rusman ini menegaskan pidato Sofia Tjiptadjaja tentang pluralisme dalam Pelangi Gathering di Museum Bank Mandiri Jakarta beberapa waktu lalu. "Perbedaan itu merupakan aset atau kekayaan untuk persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia," kata Sofia.

Selain menegaskan latar belakang visi organisasi Pelangi yang menjunjung tinggi pluralisme, Ulung Rusman juga mengusulkan kepada forum rapat kerja Pelangi untuk memperluas skala wilayah cakupan Pelangi dari semula hanya Jabodetabek menjadi nasional.

Usulan Ulung diamini oleh segenap hadirin peserta rapat kerja, termasuk Ketua Pengurus Program Beasiswa Pelangi Perhimpunan INTI Lim Ko Phing. "Cakupan wilayah pemberian beasiswa Pelangi dari dua tahun pertama hanya wilayah Jabodetabek menjadi Indonesia mini, yaitu dibagikan kepada siswa tidak mampu di sejumlah daerah di seluruh Indonesia, hingga pada tahun 2013 target 500 siswa bisa dicapai," Jelas Pak Lim mengamini.


Dalam rapat yang berlangsung dari pukul 8.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB ini diikuti para pendiri beasiswa Pelangi, yaitu Pak Lim Ko Phing, Pak Bambang Sujoko, Pak Lim Tjeng Ting, Pak Lim Ko Ciu, Pak Wang Tian Xiang, Pak Paulus Mulyadi, Bung Ulung Rusman dan Sofia Tjiptadjaja.

Pak Wahyu, Pak Hartono dan Bung Alex dari Perhimpunan Inti juga hadir sebagai undangan dalam sesi diskusi.

Selain berhasil mengevaluasi kinerja selama setahun, rapat kerja juga berhasil mengamandemen Ketentuan Umum (Anggaran Dasar) dan Ketentuan Khusus (Anggaran Rumah Tangga) organisasi Beasiswa Pelangi. (Dian Riyanawati)



© 2009 - Program Beasiswa Pelangi.